Aku Sehat Lho

10 September 2009

Cegah Infeksi dengan Vaksinasi

Filed under: Imunisasi — yusiisnadiyah @ 8:18 am

JAKARTA, KOMPAS.com — Imunisasi tidak hanya penting untuk mencegah infeksi bagi bayi atau anak-anak. Pemberian vaksin itu juga terbukti efektif untuk mencegah penyebaran dan penularan bakteri atau virus ke anak-anak lain dan orang dewasa di lingkungan sekitar sehingga wabah penyakit berat yang mematikan bisa dihindari.

Demikian disampaikan Ketua Satuan Tugas Imunisasi Prof Sri Rezeki S Hadinegoro, dalam seminar yang diprakarsai Forum Studi Islam Senat Mahasiswa Ikatan Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Senin (3/8) di aula FKUI, Jakarta.

Apabila seorang anak tidak diimunisasi, maka anak itu tidak mempunyai kekebalan terhadap mikroorganisme ganas yang dapat menyebabkan penyakit. Akibatnya, anak itu berisiko untuk meninggal atau cacat sebelum mencapai usia dewasa. Anak yang sakit akan menularkan penyakit ke anak atau orang dewasa di sekitarnya sehingga penyakit menular itu tetap berada di lingkungan masyarakat yang akan jadi ancaman dunia.

Melihat hubungan antarnegara hingga antarbenua saat ini begitu dekat, dengan terciptanya teknologi modern di bidang transportasi, maka penularan antarnegara tidak dapat dihindarkan. Hal itu dikatakan Sri Rezeki. Untuk meningkatkan keinginan orangtua memberikan imunisasi kepada anaknya, hal itu tidak terlepas dari bagaimana memberi sosialisasi tentang imunisasi kepada masyarakat, tersedianya sarana pelayanan imunisasi yang baik dan ramah, dan cara pemberian imunisasi yang aman.

Di lain pihak, dampak negatif dari imunisasi dapat disebabkan reaksi dari zat-zat yang terkandung dalam vaksin. Ia mengatakan, di dalam vaksin terdapat mikroorganisme atau komponennya, zat pelarut, ajuvan, zat pengawet, dan zat untuk mencegah infeksi yang terdapat di dalam vaksin. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, diperlukan perhatian pada penyimpanan, cara pemberian, dosis vaksin, jadwal pemberian, dan pencatatan pelaporan kejadian ikutan pascaimunisasi.

Upaya imunisasi diselenggarakan di Indonesia sejak tahun 1956 dengan pemberian vaksin cacar. Kini, ada lima imunisasi yang wajib diberikan sesuai program imunisasi pemerintah, yaitu polio, BCG, hepatitis B, DPT, dan campak. Adapun jenis imunisasi yang dianjurkan untuk diberikan kepada bayi dan balita meliputi MMR, Hib, tifoid, hepatitis A, varisela, vaksin pneumokokus.

Menurut Sri Rezeki, imunisasi memberi manfaat secara individu (untuk anak yang diimunisasi), sosial (untuk anak yang tak diimunisasi), dan menunjang sistem kesehatan nasional. Imunisasi, kata dia, paling ampuh dalam mencegah penularan penyakit infeksi ganas antar-manusia.

“Bila anak mendapat vaksinasi, 80-95 persen akan terhindar dari infeksi berat dan ganas,” ujarnya. Makin banyak bayi atau anak mendapat vaksinasi, maka kian berkurang penularan penyakit sehingga menurunkan angka kesakitan dan kematian. Kekebalan individu ini akan memutus rantai penularan penyakit dari anak ke anak lain atau kepada orang dewasa yang hidup bersamanya.

Hal ini akan menurunkan biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit, mencegah kematian dan kecacatan yang jadi beban masyarakat seumur hidup. Sebagai contoh, anak yang menderita radang selaput otak karena infeksi kuman Haemophyllis influenzae tipe b (Hib), 35-50 persen dari mereka yang hidup akan cacat, berupa tuli, penurunan kecerdasan, dan epilepsi.

“Vaksin merangsang sistem kekebalan tubuh,” kata dr Soedjatmiko, dokter spesialis anak dari FKUI-RSCM. Dalam tubuh ada 2 komponen kekebalan, yaitu Limfosit T sebagai kekebalan selular dan Limfosit B yang menghasilkan antibodi dan mengingat antigen vaksin. Bila terjadi infeksi, Limfosit T dan Limfosit B bekerja sama. Sel pengingat merangsang pembentukan antibodi yang mengikat bakteri/virus, Limfosit T aktif menyerang bakteri atau virus itu.

Laporan wartawan KOMPAS Evy Rachmawati

Malaria Baru ‘Ancam Manusia’

Filed under: Penyakit — yusiisnadiyah @ 7:59 am

Republika Newsroom – Satu penelitian baru menemukan bahwa satu jenis baru penyakit malaria berpotensi mengancam manusia. Sebelumnya parasit Plasmodium knowlesi diperkirakan hanya menjangkiti kera.Namun ternyata parasit itu menyebar secara luas pada manusia di malaysia, dan penyelidikan paling baru membenarkan bahwa parasit itu bisa menyebabkan kematian jika tidak diobati dengan cepat.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh satu tim internasional ini diterbitkan dalam jurnal Penyakit klinis menular. Meski jenis baru penyakit ini hanya menyebar di Asia Tenggara, para peneliti memperingatkan bahwa akibat sektor pariwisata ke wilayah ini kasus di negara barat akan segera muncul. Setiap tahun penyakit malaria menewaskan lebih juta lebih orang.

Penyakit ini disebabkan oleh parasit malaria yang masuk ke dalam aliran darah manusia oleh nyamuk yang terjangkit parasit itu.Dari empat parasit malaria yang sering menyebabkan penyakit itu pada manusia, P. falciparum yang lebih umum ditemukan di Afrika adalah yang paling ganas.

Parasit lain, P. malariae yang berkembang di wilayah sub tropis dunia, memiliki gejala yang biasanya tidak begitu membahayakan. P. knowlesi sebelumnya diduga hanya menjangkiti kera, khususnya makaka berekor panjang dan pendek yang ditemukan di hutan Asia Tenggara.

Akan tetapi penelitian yang dilakukan oleh Univeritas Sarawak Malaysia menunjukkan bahwa terdapat sejumlah besar kasus penyakit akibat parasit jenis itu pada manusia.penelitian itu menemukan bahwa di bawah mikroskop P. knowlesi dengan mudah dikira P. malariae.

Berkembang biak dengan cepat

Akan tetapi tidak seperti parasit itu, P. knowlesi memiliki kemampuan berkembang biak di dalam darah setiap 24 jam – artinya berpotensi membahayakan.Salah satu peneliti tim itu, Profesor Balbir Singh, mengatakan dengan kemampuan itu berarti diagnosa dan pengobatan cepat sangat penting.

Para peneliti memeriksa 150 pasien malaria yang masuk rumah sakit Sarawak, Malaysia, antara bulan Juli 2006 dan Januari 2008.Mereka menemukan bahwa P. knowlesi menjadi penyebab dari dua pertiga kasus, dan menyebabkan spektrum penyakit yang luas.

Sebagian besar penyakit itu tidak menyebabkan komplikasi dan dengan mudah diatasi dengan obat seperti clhoroquine dan primaquine.Akan tetapi, satu daru sepuluh pasien akhirnya menderita komplikasi seperti kesulitan pernapasan dan ginjal dan dua pasien meninggal.

Meski tingkat kematiannya dibawah 2%, P. knowlesi menjadi sama mematikannya dengan P. falciparum malaria.Para peneliti itu menegaskan bahwa sangat sulit untuk mengukur akurasi tingkat kematian karena kecilnya jumlah kasus yang diteliti.

Jumlah platelet rendah

Seluruh pasien dengan P. knowlesi memiliki tingkat platelet darah yang rendah, jauh lebih kecil dibandingkan penderita penyakit malaria jenis lain.Akan tetapi, meski platelet darah penting untuk pengentalan darah, tidak ada pasien yang mengalami pendarahan luar biasa atau memiliki masalah dengan kekentalan darah.

Para peneliti yakin tingkat platelet darah yang rendah ini bisa digunakan sebagai jalan untuk mendiagnosa penyakit malaria P. knowlesi.Profesor Singh mengatakan: “Peningkatan sektor pariwisata ke Asia Tenggara bisa membuat jumlah kasus penyakit ini bertambah di masa depan, termasuk di negara-negara Barat.

“Petugas kesehatan yang memeriksa pasien yang baru datang dari satu wilayah yang diketahui atau kemungkinan memiliki kasus penyakit P. knowlesi harus mengetahui tingkat keseriusan penyakit malaria P. knowlesi.”bbc/kpo

Tradisi Cium Pipi Rawan Tularkan Flu Babi

Filed under: A-H1N1 — yusiisnadiyah @ 7:52 am

Guilvinec, Tradisi cium pipi di Prancis yang dikenal dengan nama La bise sudah begitu mendarahdaging. Meski tidak bisa melarang, pemerintah kota Guilvinec, di Prancis barat meminta warganya untuk menghindari La bise.

La bise adalah ciuman pipi untuk menyapa halo atau selamat tinggal. Pemerintah setempat khawatir tradisi cium pipi tersebut bisa menjadi ciuman kematian di tengah ancaman flu babi yang masih belum bisa dijinakkan.

Walau jumlah kematian akibat flu babi di Prancis sangat sedikit hanya 3 kasus, namun pemerintah cemas penularan flu babi akan semakin marak apalagi menjelang musim dingin nanti.

“Saya minta anak-anak untuk tidak ciuman lagi,” kata walikota Guilvinec Helene Tanguy seperti dilansir dari aolnews, Kamis (10/9/2009).

Tanguy mengaku pencegahan flu babi dengan cara rajin mencuci tangan, menutup mulut ketika bersin tidak ada artinya jika tetap membiarkan anak-anak tetap berciuman La bise.

“Bisa jadi kami adalah kota pertama yang melakukannya, ini hanya upaya terbaru untuk kepentingan sanitasi. Tidak ada hukuman bagi mereka yang melakukan la bise,” katanya.

Sementara pemerintah Prancis sendiri melalui telepon hotline mengingatkan agar warga menghindari kontak tubuh terlalu dekat termasuk berjabat tangan dan melakukan la bise atau membelai wajah orang yang sedang sakit.

“Ini cuma rekomendasi bukan kewajiban jadi orang-orang bebas melakukan apa yang mereka suka,” kata seorang operator telepon hotline.

Selain Prancis negara lain seperti Lebanon dan Meksiko juga telah menghimbau warganya untuk menghindari kebiasaan cium pipi. Data WHO per 4 September 2009 menyebutkan virus H1N1 ini telah merenggut nyawa 2.837 orang di dunia sejak pertama kali kemunculannya di Meksiko dan AS. Selain itu juga lebih dari 250 ribu kasus di seluruh dunia terkonfirmasi virus ini.

Kebanyakan kasus flu babi yang berjangkit adalah kasus ringan sehingga tidak memerlukan perawatan khusus.

Irna Gustia – detikHealth

8 September 2009

6 Penyebab Kelelahan Yang Tidak Disangka-sangka

Filed under: Gangguan Tubuh — yusiisnadiyah @ 9:23 am

Jakarta, Malas bangun pagi, kerja bahkan malas bergerak pasti ada sebabnya. Mungkin Anda pikir itu semua karena stres, kurang tidur atau anemia? Tapi jangan salah, Anda mungkin terkejut dengan penyebab kelelahan lainnya berikut ini.

Memang benar, kurang tidur adalah faktor yang menyebabkan kelelahan dan mengantuk. Namun sebenarnya banyak faktor lainnya yang menyababkan tubuh Anda terasa begitu lelah, sering menguap dan merasa selalu ngantuk.

Dikutip dari Glamour, Selasa (8/9/2009), ada beberapa hal selain kurang tidur yang membuat Anda merasa lelah dan tidak bergairah beraktivitas.

1. Infeksi urin
Pada beberapa kasus, lelah merupakan tanda adanya infeksi air kencing atau istilahnya urinary tract infection (UTI). Jika Anda merasa agak sakit dan perih sewaktu kencing, sebaiknya konsultasikan dengan dokter dan ikuti tes UTI.

2. Pengaruh diet
Ketika Anda tidak cukup mengonsumsi makanan, Anda akan mudah lelah. Asupan kalori dari makanan adalah energi untuk tubuh. Jadi jangan sepelekan makanan mentang-mentang Anda sedang diet, karena bisa-bisa Anda jatuh pingsan.

3. Alergi makanan
Sebagian dokter percaya bahwa kelelahan adalah tanda adanya alergi makanan tertentu yang belum diketahui dan tersembunyi. Perhatikan dan ingat-ingat selalu apa yang Anda makan sebelumnya ketika alergi datang menyerang.

4. Kelebihan kafein
Biasanya seseorang akan minum kopi atau minuman berkafein lainnya untuk tetap terjaga dan stamina tetap on. Namun para peneliti menyebutkan bahwa kafein justru memicu kelelahan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebih.

Semakin banyak kafein, semakin berat kerja organ dalam tubuh untuk membuat organ lainnya tetap aktif, yang hasilnya akan menyebabkan kelelahan organ dan mempengaruhi aktivitas tubuh.

5. Masalah tiroid
Kelelahan juga merupakan tanda adanya gangguan tiroid yang disebut hypothyroidism. Kabar baiknya, gangguan ini bisa diobati dengan mengonsumsi pil tiroid. Para ahli menganjurkan agar tiap orang, terutama wanita untuk mengecek level kelenjar tiroidnya setiap beberapa tahun.

6. Dengkuran pasangan
Memiliki pasangan yang punya kebiasaan mendengkur juga merupakan satu penyebab kelelahan bahkan insomnia. Konsultasikanlah dengan dokter untuk mengatasinya.

Nurul Ulfah – detikHealth

Pelihara Binatang Jangan Asal

Filed under: Lifestyle — yusiisnadiyah @ 9:02 am

Jakarta, Bagi yang suka memelihara binatang atau memiliki usaha peternakan, sebaiknya cari tahu bagaimana merawat binatang dengan benar. Jangan asal memelihara binatang agar si pemilik tidak terkena zoonosis.

Zoonosis adalah penyakit infeksi yang terjadi secara alami dan ditularkan oleh binatang ke manusia, tapi tidak menutup kemungkinan dari manusia ke binatang. Zoonosis dibagi menjadi dua yaitu antropozoonosis infeksi dari hewan ke manusia dan zooantroponosis infeksi dari manusia ke hewan.

“Jadi kalau habis beli binatang peliharaan, mampirlah dulu ke toko buku untuk membeli buku cara merawat hewan yang benar,” ujar Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) depkes, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K) dalam acara sarasehan bersama perwakilan ormas keagamaan di Gedung Depkes, Jakarta, Senin (7/9/2009).

Dr. Tjandra menambahkan banyak penyakit yang disebabkan oleh binatang dan bisa berbahaya seperti rabies dari binatang anjing, flu burung dari binatang unggas, pes dari binatang tikus, toksoplasma dari binatang yang berbulu seperti anjing atau kucing dan penyakit lainnya.

Zoonosis bisa dihindari dengan mengetahui cara merawat binatang peliharaan tersebut dengan benar dan tepat, serta menjaga kebersihan dari binatang yang ingin dipelihara termasuk kebersihan kandangnya.

“Untuk menghindarinya bisa dilakukan dengan cara kelola binatang tersebut dengan baik, cari tahu penyakit apa yang bisa ditimbulkan oleh binatang tersebut dan tahu bagaimana cara merawat yang benar,” ujar Dr. Tjandra.

Penyakit zoonosis kurang lebih ada 150 jenis di dunia, tapi untuk di Indonesia ada sekitar 50 jenis. Untuk penyakit tertentu biasanya akan berkembang saat musim hujan atau setelah adanya banjir biasanya disebut juga dengan penyakit musiman, seperti penyakit pes, leptospirosis dan penyakit lainnya.

Jadi, bagi yang ingin meemlihara binatang jangan hanya senang memelihara untuk diajak bermain saja. Tapi juga harus tahu bagaimana cara merawat yang benar, sehingga terbebas dari penyakit yang mungkin bisa ditimbulkan oleh binatang itu sendiri.

Vera Farah Bararah – detikHealth

Awas Bahan Berbahaya dalam Parsel Lebaran

Filed under: Bahan Berbahaya — yusiisnadiyah @ 8:49 am

JAKARTA, KOMPAS.com – Menjelang perayaan Idul Fitri, bisnis parsel menjadi tren tahunan. Parsel yang biasanya berisi berbagai produk makanan olahan itu kerap dicurigai masa kedaluarsanya menjelang atau bahkan sudah lewat.

Menurut Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib, selama melakukan pengawasan parsel Idul Fitri, pihaknya telah menemukan beberapa produk makanan olahan dalam parcel mengandung bahan berbahaya.

Bahan-bahan tersebut di antaranya alkohol, formalin, borax, rhodamin B dan methanyl yellow yang adalah pewarna kain yang dipakai untuk makanan.

“Kalau ada makanan dengan warna ngejreng biasanya memakai pewarna pakaian. Bahaya, bisa menyebabkan kanker,” kata Husniah sesaat setelah melepas 8 unit mobil laboratorium keliling di Gedung BPOM Jakarta, Senin (7/9).

Husniah menambahkan, sejak bulan puasa pihaknya sudah turun mengawasi produk parcel yang berada di pasaran. Dengan peluncuran 8 armada laboratorium keliling, upaya pengawasan BPOM terhadap produk-produk ini diharapkan lebih mantap.

Sampai saat ini. lanjut Husniah, belum ada makanan olahan seperti kue dan biskuit yang mengandung unsur babi. “Walaupun pada tahun-tahun sebelumnya selalu ada saja kasus seperti ini,” tutur Husniah.

Kemudian, pelanggaran lain yang juga perlu dicermati adalah produk yang tidak memiliki ijin edar. Sejauh ini BPOM sudah mengamankan 195 truk produk impor tanpa ijin yang beredar di Jakarta dan Bandung yang siap dimusnahkan.

“Pelakunya diancam penjara 7 tahun dan denda Rp. 140 juta,” demikian Husniah.

7 September 2009

Lambung Mengecil Saat Berpuasa

Filed under: Puasa — yusiisnadiyah @ 1:54 am

Jakarta, Sistem pencernaan ternyata beradaptasi selama seseorang berpuasa. Berkurangnya asupan makanan ke dalam tubuh menyebabkan lambung mengalami perubahan morfologis menjadi kecil.

Lambung manusia ternyata bersifat elastis. Bentuknya akan mengikuti komposisi dan jumlah makanan yang masuk ke dalamnya. Selama berpuasa, makanan lebih sedikit masuk ke dalam lambung, dan hal itu ternyata mempengaruhi ukuran dan morfologis lambung.

“Setelah beberapa lama menjalani puasa, lambung akan mengecil dan enzim-enzim pencernaan berkurang. Itu sebabnya pada saat buka puasa dan makan banyak, perut akan terasa sesak dan berat. Itu karena enzim-enzim pencerna karbohidrat, protein, lemak dan lainnya memang berkurang dan tidak berada dalam jumlah yang cukup banyak untuk mencernanya,” ujar dr. Angela C. Ardhianie N dari Healthy Choice Detox Center & Medical Store, Senin (7/9/2009).

Akibat berkurangnya enzim pencernaan membuat lambung akan bekerja lebih keras dan mengeluarkan asam lebih banyak. “Saat makanan masuk dalam jumlah yang banyak, lambung akan shock dan membutuhkan asam lambung yang lebih banyak, sedangkan pencernaan tidak punya itu, jadi kerjanya akan lebih keras dan risiko sakit perut pun lebih tinggi, ” ujar Angela.

Oleh karena itulah, mengapa ketika berbuka dianjurkan makan secara bertahap, tidak langsung makan berat. Mulai dari air putih beberapa teguk, sedikit makanan manis, jus buah, dan selang minimal setengah atau 1 jam baru makan besar.

“Kalau bisa minum jus buah diperbanyak, buat 5 sampai 9 kali sajian kecil ketika berbuka, seling-seling saja dari mulai berbuka hingga mau sahur,” jelas Angela.

Mengecilnya lambung setelah puasa ternyata ada baiknya untuk mengatur pola makan dan mengurangi nafsu makan seseorang, terutama mereka yang ingin kurus. Meski tidak selalu berkaitan secara langsung antara lambung yang mengecil dengan nafsu makan, namun secara logika dengan lambung yang kecil, perut akan terasa sudah kenyang meski baru makan dalam porsi kecil.

Namun dr. Angela mengatakan pengecilan lambung hanya terjadi sangat sedikit sekali, jadi tidak perlu khawatir akan merubah bentuk utuhnya. “Mengecilnya lambung bukan berarti secara anatomi berubah drastis, tapi ukurannya saja yang sedikit mengecil karena terbiasa mengonsumsi sedikit makanan,” tutur Angela.

Ketika berpuasa, tubuh pun tanpa disadari melepaskan toksin melalui berbagai cara yang berbeda-beda pada tiap orang. “Ada yang pusing, bau badan, bau mulut, kulit kering, lebih sensitif, jerawat keluar, rambut rontok, eksim menjadi lebih atau asma kumat. Itu semua adalah proses pengeluaran racun dari tubuh, jadi jangan heran kalau gejala-gejala tersebut terjadi pada saat berpuasa,” jelas Angela.

Untuk menjaga lambung tetap bekerja normal dan dan tidak memproduksi asam berlebih yang dapat merusak lambung, Angela pun menganjurkan untuk sering-sering minum jus lemon. “Buah lemon memang terasa asam, tapi diantara semua jenis buah, derajat pH-nya termasuk cukup tinggi yaitu 7,5 yang artinya ia bersifat basa,” ujar Angela.

Ketika lemon yang bersifat basa bertemu dengan asam yang berasal dari lambung, maka akan terjadi keseimbangan pH, dan hal itu mencegah lambung dari keadaan terluka akibat asam yang terus diproduksi ketika berpuasa.

“Minum jus lemon paling baik dilakukan ketika perut kosong untuk mempermudah penyerapannya. Jadi ketika sahur sebaiknya minum jus lemon untuk menetralkan asam yang terus diproduksi lambung ketika perut dalam keadaan kosong karena berpuasa,” tambah Angela.

Nurul Ulfah – detikHealth

Hati-hati Minuman Serat Instan

Filed under: Pola Makan — yusiisnadiyah @ 1:34 am

KOMPAS.com – Televisi memang memberi pengaruh besar terhadap pola makan dan gaya hidup seseorang. Misalnya, untuk mengatasi kesulitan buang air besar (BAB), orang dianjurkan untuk mengonsumsi minuman berserat instan. Padahal, kebutuhan akan serat seharusnya dapat dipenuhi dari makanan yang kita konsumsi, seperti sayur dan buah-buahan.

Bila dikonsumsi secara sembarangan, minuman berserat semacam ini justru bisa menimbulkan kesulitan BAB.

Berdasarkan pengalamannya berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo, dr Endang Darmo Utomo, MS, SpGK, clinical nutritionist, beberapa kali menemukan kasus sulit BAB pada anak yang diakibatkan mengonsumsi minuman berserat instan. Umumnya karena awalnya anak-anak melihat apa yang dikonsumsi oleh orangtuanya, lalu ingin ikut mencoba.

“Anak-anak tak tahu ibunya minum apa. Yang dia tahu ibunya minum semacam sirup, sehingga dia jadi ikut-ikutan mencoba!” Endang mengungkapkan awal kesalahan ini terjadi.

Padahal, sifat dari serat pada dasarnya menyerap air dari sekelilingnya. Jika intake cairannya cukup, tak akan jadi masalah. Serat instan tadi akan berubah menjadi jeli dan meregang dalam usus bagian bawah, sehingga timbul rangsangan untuk BAB.

Sayangnya, tak demikian pada anak-anak. Mereka kerap kali tak terlalu suka minum terlalu banyak. Akibatnya serat tadi mengambil cairan dari mukosa usus, sehingga mengakibatkan macet di pencernaan.

Perlu Anda ingat, anak mudah mencontoh apa yang dilakukan orangtuanya. Karena itu, kita pun harus bijak mengonsumsi makanan atau minuman apa pun, supaya anak-anak yang tidak mengetahui efek samping dari makanan-minuman tersebut tidak terkena getahnya.

4 September 2009

Pendapat Pakar dan Ahli Gizi Tak Terpadu

Filed under: Gizi — yusiisnadiyah @ 1:47 am

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Prasasto Satwiko, profesor, Koordinator Bidang Teknologi Pusat Studi Energi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), yang juga guru besar Fakultas Teknik Arsitektur UAJY, kecewa dengan pendapat-pendapat pakar yang sangat jarang berpikir holistik atau terpadu kala menyoroti masalah pangan dan gizi.

“Bukan berarti hanya karena saya vegetarian maka saya menyimpulkan itu. Saya menjadi vegetarian karena saya tahu bahwa masalah pangan dan gizi tak bisa dipandang hanya dari satu dimensi , satu sisi. Ada banyak fakta perlu dilihat dan diresapi secara legowo oleh pakar-pakar itu. Misalnya, sudah banyak laporan dikeluarkan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tentang dampak daging dan pelurusan tentang gizi. Apakah laporan-laporan itu sudah mereka baca, atau belum?” kata Prasasto, Rabu malam.

Prasasto tak menyebut siapa pakar yang dimaksud, namun ia mengaku rutin memberi komentar di koran atau situs.

“Boleh kan profesor mengkritik pendapat profesor? Begini maksudnya, saya amati, para ahli pangan banyak yang masih memakai cara pikir kuno, bahwa yang namanya makanan bergizi selalu daging. Itu salah. Sayuran dan buah lah yang lebih komplet kandungan nutrisi dan zat yang diperlukan tubuh. Silahkan membuktikan,” katanya.

Apalagi, sebagai ahli nutrisi, lanjut Prasasto, mereka mestinya bisa lebih kreatif mencari cara agar produk nabati semakin lengkap nutrisinya. Jika mereka hanya memikirkan daging dan menggenjot produksinya atau membahas hal tanpa mencatumkan bahwa daging berkontribusi pada kerusakan lingkungan, mereka masih memandang masalah pangan dan gizi dari satu sisi.

Jika pakar pangan dan ahli gizi berpikir bahwa mengatasi gizi tidak peduli bagaimana gizi itu diadakan, itu hal fatal. Akibatnya, mereka hanya berpikir memenuhi protein hewani, tanpa berpikir bahwa justru penekanan pada protein hewani menyebabkan ketimpangan pemerataan protein.

Ini sudah banyak disuarakan oleh PBB. Sepertinya, para ahli nutrisi banyak yang tidak membaca laporan PBB tentang kerusakan lingkungan akibat industri daging, ujarnya.

Selain itu, iklan di TV yang menyesatkan, dibiarkan begitu saja. “Seperti iklan bahwa sosis itu bikin tinggi badan. Itu, luar biasa menyesatkan. Iklan itu sudah dikritik belum?” kata Prasasto.

Jika semua orang dan pakar hanya memikirkan daging-dan melupakan dampaknya, kata Prasasto, maka analoginya menjadi mirip dengan rokok.

Pemerintah tidak dapat berbuat banyak melarang rokok karena takut petani tembakau sengsara. Kalau industri daging ditekan, pemerintah takut kalau peternak sengsara. Ini logika yang fatal. Sebab, rokok lantas dibiarkan walau kerugian akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok amat banyak. “Daging pun justru digalakkan, tanpa peduli kerusakan lingkungan dan pertambahan penyakit,” ucap Prasasto.

Laporan wartawan KOMPAS Lukas Adi Prasetya

3 September 2009

Aroma Rumput Ampuh Redakan Stres

Filed under: Lifestyle — yusiisnadiyah @ 1:41 am

AROMA parfum diciptakan dengan cita rasa sekaligus pertimbangan untuk memberikan efek tertentu. Namun pernahkah Anda mencium aroma rumput yang baru dipotong atau menghirup aroma tumbuhan saat berjalan di daerah pegunungan dan sesaat kemudian merasa nyaman? Menurut para peneliti dari University of Queensland, Brisbane, Australia, potongan rumput melepaskan zat kimia yang membuat Anda merasa gembira dan rilek. Lebih jauh, zat kimia ini mampu mencegah penurunan kemampuan mental di usia tua.

Setelah 7 tahun melakukan penelitian, para ilmuwan dari Australia ini menemukan kalau aroma rumput tersebut bekerja langsung pada otak, khususnya area yang berkaitan dengan emosi dan memori (yang dikenal dengan nama amygdala dan hippocampus). Kedua area ini, menurut peneliti Dr Nick Lavidis, betanggung jawab dalam respon pertahanan dan sistem endokrin, yang mengontrol pelepasan hormon stres seperti corticosteroid.

Stres, lanjut Lavidis,dikategorikan menjadi dua. Stres pertama terjadi saat Anda akan melakukan sesuatu atau saat Anda tahu harus berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Stres akut jenis ini, menurut Lavidis, bisa dikatakan bentuk stres yang baik. Sedang stres yang kedua merupakan stres kronis yang bisa memicu peningkatan tekanan darah, sifat pelupa dan memperlemah sistem kekebalan.

” Stres kronis ini terbukti merusak hippocampus dengan cara mengurangi jumlah hubungan antara sel-sel yang berkomunikasi, sehingga memicu hilang ingatan,” terang Lavidis, seperti dikutip situs dailymail. Dan, salah satu cara memperbaikinya, menurut Lavidis, adalah dengan menghirup zat kimia dari rumput segar atau pepohonan yang rimbun.

Bagimana jika tinggal di area dengan lapangan rumput terbatas? Lavidis dan teman-temannya telah mengembangkan parfum yang beraroma sama dengan rumput yang baru dipotong. Parfum yang diberi nama SerenaScent yang diproduksi oleh NeuroAroma Laboratories ini merupakan hasil kombinasi dari 3 zat kimia yang dilepaskan saat daun hijau dipotong. Dalam percobaan yang dilakukan pada hewan, terang Lavidis, aroma ini efektif memperbaiki kerusakan pada hippocampus.

Parfum beraroma rumput segar atau aroam pohon saat berjalan di area dengan tumbuhan yang rimbun ini, menurut Lavidis, akan mulai diproduksi bulan depan dan akan dipasarkan dengan harga sekitar 4 euro. (OL-08)

Penulis : Ikarowina Tarigan

Older Posts »

Theme: Banana Smoothie. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.